Nikmatnya Hidup Sederhana Desember 18, 2007
Posted by muktihadid in Artikel, Budaya, hidup, humaniora, lingkungan, sosial.trackback
Aku bangga punya nabi dan rasul Muhammad saw. karena beliaulah manusia paling sederhana hidupnya di dunia, perutnya tak pernah merasakan kenyang oleh makanan dan kulit tulang belakangnya bercetak alas tikar tidurnya, padahal beliau adalah penghulu para nabi dan rasul serta seorang kepala negara pada masa akhir hayatnya, sebenarnya jikalau beliau mau, Allah akan menjadikan semua gunung menjadi emas untuknya, namun beliau enggan menerimanya. Namun dengan hidupnya paling sederhana itu semua malaikat, para nabi dan rasul serta semua makhluk sejak sebelum kelahiran beliau bahkan sesudah wafatnya tunduk hormat kepadanya, bahkan Allah sang Kholiq pun menyanjungnya.
Aku banggga punya proklamator kemerdekaan Moh. Hatta yang hidupnya penuh kesederhanaan, yang sampai akhir hanyatnya tidak kesampaian untuk memiliki sepatu yang menjadi idamannya yang teriklan dalam surat kabar pada masanya. Namun kesedarhanaannya tak mengurangi kecintaan rakyat kepadanya dan keharuan yang mendalam bangsa ini saat kepergiannya dari dunia fana ini, hingga iwan fals membuat lagu untuk mengenangnya.
Aku bangga punya ayah yang semasanya bekerja sebagai pegawai negeri lulus dari jerat nafsu menjadi tikus kantor yang membuat hidupnya sederhana dan merasa bersyukur dengan nikmat yang diberikan-Nya sehingga aku dan keluargaku merasakan hidup yang tenang tanpa dikejar dosa dan menjadi incaran para hamba harta. Namun kesederhanaannya tak mengurangi rasa hormat keluarga, saudara, sahabat, dan para tetangga kepadanya.
Duhai aman, damai, dan tentramnya dunia ini jika dipenuhi manusia-manusia yang hidupnya sederhana tapi memiliki pengaruh yang sangat besar mengubah wajah dunia menjadi aman dan damai serta makmur sampai-sampai orang tidak mau menerima sodaqoh dari saudaranya karena merasa suduh cukup.
Komentar»
No comments yet — be the first.