Doa untuk Para Koruptor Desember 18, 2007
Posted by muktihadid in Artikel, Budaya, doa, humaniora, lingkungan, sosial.trackback
“Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?” Katakanlah: “Allah”,
Semua makhluk hidup sudah terjatah rezekinya oleh Zat Yang Memberi Rezeki,
Tak kan tertukar pembagian rezeki sedikitpun oleh-Nya,
Tak usah lah mengambil rezeki yang bukan menjadi hakmu,
Sebab daging yang tumbuh dari makanan dan minuman yang haram, maka api bencana siap memanggangmu semasa hidup dan saat sakratul mautmu,
Kasihanilah dirimu, isteri serta anakmu dari amarah murka rintihan doa para orang-orang yang terzalimi karena keserakahanmu, sesungguhnya doa orang yang terzalimi langsung dikabulkan oleh Zat Yang Maha Mendengar,
Sesuatu yang kau rampas yang bukan milikmu adalah kenikmatan fatamorgana penuh kesia-siaan, bagaikan makan angin yang membuat penyakit dalam tubuh,
Untuk apa kau terlahir ke bumi, kalau akhirnya raga dan sukmamu menjadi mangsa api neraka, dan terhujat diakhir hayatmu dengan gelar sebagai koruptor,
Malulah pada dirimu yang pada akhir hembusan nafasmu hanya butuh kain kafan dan liang kubur yang enggan menerima jasadmu yang busuk,
Janganlah kau seret isteri dan anakmu serta keturunanmu ke lembah kenistaan dan kehancuran sepanjang hidupnya,
Sadarlah, sadarlah, sadarlah, sebelum masa kontrakmu habis di dunia ini,
Jika kau tak sadar juga, teganya, teganya, teganya kau pada dirimu sendiri……………………
saya pikir, di di indonesia tdk ada rasa malu utk melakukan korupsi meskipun memakai pakaian muslim. kesadaran tidak ada bagi yg melakukan, apalagi bagi dirinya sendiri, tega ya demi segalanya, terutama harta dan harga diri, mengorbankan harga diri/bagi wanita demi karier. apakah masih ada yang mau mendengar dan membaca teks diatas. hanya orang-orang yang sadarlah yg mau mendengarnya dan membacanya kemudian mengamalkannya dan akan selamat di akherat. tapi didunia ? apa ada jaminan. apa mau hidup dgn sederhana, dgn rejeki yg sudah haknya. makanya makin banyak korupsi di indonesia demi kebutuhan mewah dan harga diri. apa peran ulama, pemimpin, dll ? belum cukup. peran penegakkan hukum harus keras, harus ada contoh yg dihukum agar yg lain tidak mengikuti krn korupsi di indonesia spt sholat, berjamaah. bagi yg tdk ikut2tan, tersisih, teraniaya, dikucillkan, diintimidasi dan kemudian dianggap tdik mampu bekerja (bg kelompok tsb) kita tunggu saja reaksi pemimpin di sini, apa perlu ada reaksi or gejolak dari rakyat baru ada perubahanan ?. perlu usaha keras memajukan indonesia, tapi (kita/yg sadar saja) benahi keluarga kita dulu. it is dificult to be change but it is not impossible. we can do it to change and better for our country. first, i want to change myself, then my family. do you agree ?