jump to navigation

Global Warming Sinyal Kepunahan Peradaban Manusia? Desember 4, 2007

Posted by muktihadid in Artikel, lingkungan hidup, Opini, Pendidikan, Peradaban, Sinyal, Umum.
trackback

Semua manusia diseluruh dunia kini berteriak-teriak dengan efek pemanasan global. Banyak bencana yang diakibatkan oleh global warming itu. Banyak kerugian yang dialami oleh seluruh manusia dari segala bangsa, agama, status sosial dll. Bencana itu tidak pandang bulu semua akan dilumatnya habis-habis.

Lalu kenapa global warming itu harus terjadi?

Siapa yang harus dipersalahkan akan terjadinya bencana ini?

Jawabnya adalah manusia!

Manusia yang mana? Termasuk kitakah?

Tuhan telah menciptakan alam semesta raya ini dengan keseimbangan yang sangat akurat. Semuanya berjalan sesuai dengan aturan atau hukum alam yang tidak boleh diganggu gugat. Jika terjadi satu kesalahan saja, maka akan mempengaruhi mekanisme gerak benda-benda di alam semesta ini, yang akan mengakibatkan bencana global.

Matahari, bulan dan bumi adalah benda alam yang kesemuanya mempunyai keseimbangan-keseimbangan yang saling berinteraksi satu dengan yang lainnya.

Bumi adalah tempat dimana semua manusia dan makhluk hidup lainnya hidup dan berkembang biak. Seiring bertambahnya populasi manusia dibumi, bertambah pula segala kebutuhan hidup manusia, seperti kebutuhan akan sumber energi untuk membantu kenyamanan hidup manusia. Sumber energi diantaranya di peroleh dari minyak bumi, batu bara, gas alam cair (semuanya berasal dari perut bumi yang tidak bisa diperbarui lagi). Yang menjadi masalah adalah hasil buangan asap atau pembakaran dari kendaraan(mobil, motor dll), pembangkit tenaga listrik, industri dan pembakaran-pembakaran lain seperti kebakaran hutan, sampah dll, semuanya menghasikan gas CO2 (karbon dioksida) yang kalau dalam jumlah besar akan membahayakan kelangsungan hidup manusia dan bumi. Suhu di bumi sudah di setel sesuai dengan kadarnya untuk hidup manusia, kalau ini tidak di jaga maka akan terjadi bencana seperti hari ini, global warming mengancam kelangsungan hidup semua makhluk yang mendiami bumi.

Bumi terdiri dari laut (sungai, danau, gletser, samudera) dan daratan (sawah, kebun, hutan, gurun) yang prosentase keberadaannya lebih besar lautnya (60%) dari pada daratannya (40%), kalau hal ini berubah jumlahnya ,misalnya jumlah prosentase lautnya bertambah karena es di kutub utara dan selatan mencair karena dampak pemanasan global karena suhu udara di bumi makin panas karena efek gas rumah kaca (CO2, Metana, dan N2O), maka bersiap-siaplah berenang-renang ke bencana kepunahan ekosistem peradaban manusia.

Iklan

Komentar»

1. Agus Supriyanto - Desember 5, 2007

janganlah engkau rusak bumi ini,kasihan anak cucu kita

2. wodixs - Desember 6, 2007

bumi,tanah dan air bukan kita wariskan kepada anak cucu kita melainkan titipan dari mereka.

3. sese - Mei 9, 2008

kasihan anak kite… bumi kite.

4. arie - Agustus 22, 2008

jagalah bumi Qta,jangan di sakiti terus menerus,jika bumi d rusak keturunan Qta akan tingal di mana??


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Desember 2007
    S S R K J S M
    « Nov   Jan »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • Kategori

  • Arsip

  • Tulisan Teratas

  • Tulisan Terakhir

  • Komentar Terbaru

    muktihadid di Misteri Lembing si Kutu H…
    Ajeng di Misteri Lembing si Kutu H…
    Ketchupz Bowo di Kenapa Hari Ahad dirubah Menja…
    Justinus Henry di Misteri Lembing si Kutu H…
    Ahmad samarin Hasibu… di Misteri Lembing si Kutu H…
  • Blog Stats

  • Klik tertinggi

  • Meta

  • ALWAQTU KASYOIF

  • Pengunjung

    Locations of visitors to this page
  • %d blogger menyukai ini: