jump to navigation

Bila Judi Sudah Menjadi Dewa Desember 5, 2007

Posted by muktihadid in Artikel, Dewa, humaniora, lingkungan, ngalor ngidul, Opini, sosial, Umum.
trackback

Kasihan sekali kehidupan rakyat kecil di negeri ini, sudah miskin tergadaikan pula imannya, hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang terus menghimpitnya tiap hari. Kebutuhan makan, munim, tempat tinggal sampai dengan biaya pendidikan anak-anaknya harus dipenuhinya dalam waktu yang kadang bersamaan, walau dengan pendapatan minim dan diperolehnya pada waktu yang tidak menentu. Mereka tidak berpikir lagi apakah uang yang diperolehnya itu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya didapat dari jalan yang halal atau haram, yang penting kebutuhannya terpenuhi pada saat itu. Mental seperti ini sudah hampir merata dikalangan rakyat miskin yang memang miskin pula ilmunya. Kondisi seperti ini sangat membahayakan mental mereka serta anak keturunannya dikemudian hari dan ini akan menjadi bom waktu sosial jika dibiarkan, tanpa ada kepedulian sosial kita untuk mengatasinya bersama.

Sebenarnya dalam UUD negara kita kehidupan orang-orang miskin dan anak-anak terlantar dibiayai dan diurus oleh negara, namun kenyataannya sampai detik ini, amanah UUD negara itu hanya sekedar wacana saja tanpa ada realisasi yang kongkrit dari negara atau pemerintah serta para anggota DPR sebagai pemegang amanah dari rakyatnya, walaupun saat ini sudah ada kebijakan yang memihak kepada rakyat miskin diantaranya adalah kompensasi BBM bagi rakyat miskin.

Bangsa ini sudah enam puluh dua tahun merdeka, namun penanganan pemberantasan kemiskinan belum ada tindakan atau program yang paten untuk mengatasinya. Setiap kali pemilu para capres dan calon wakil rakyat dalam partai-partai politiknya hanya mengumbar janji-janji kosong belaka yang diobral kepada rakyat agar memilihnya sebagai presiden dan wakil rakyat. Namun setelah pesta demokrasi itu usai, janji hanya sekedar janji yang belum tertunaikan. Ingat, janji itu adalah hutang yang harus dibayar sebelum roh terpisah dari raganya.

Kemiskinan akan mengantarkan manusia kepada kekufuran kepada Tuhannya, demikian dikatakan dalam suatu hadis dari Rasulullah saw. Mereka sering berfantasi untuk mendapatkan uang dari mana saja tanpa mempermasalahkan darimana sumbernya, yang penting kebutuhannya saat itu segera terpenuhi. Salah satu sumber itu diantaranya adalah dari berjudi. Judi adalah penyakit masyarakat yang sudah tua usianya sepanjang kehadiran manusia di dunia ini, ia menjadi dewa penyelamat atau solusi dalam kondisi masyarakat yang termarginalkan. Judi mengiming-imingkan keuntungan yang besar tanpa melalui kerja keras dan bersusah payah bekerja. Hal ini sering terjadi dan sudah bukan menjadi rahasia umum lagi faktanya banyak terjadi dalam kehidupan masyarakat miskin, bahkan orang kaya sekalipun yang tipis imannya.

Bahkan ada seorang ibu tanpa sadar mengucapkan Alhamdulillah saat nomor togel yang dipasang suaminya tembus, karena dengan itu si ibu dapat membayar uang tunggakan SPP agar mendapatkan rapor sekolah anaknya di salah satu sekolah dasar. Jiwa anak yang menjadi korban, ia menganggap judi togel telah menjadi dewa penolongnya bisa meneruskan sekolahnya. Sehingga ia harus rela menunggu bapaknya bermain judi sampai larut malam untuk mengharapkan hasil judi yang lebih besar lagi, walaupun besok paginya ia tertidur di kelas di saat pelajaran sekolah tengah berjalan. Potret kehidupan ini membuat hati nurani terusik bagi orang-orang yang masih punya sense of crisis dalam dirinya. Betapa tidak berdayanya kita menolong saudara-saudara kita dari kekufuran iman itu. Dimana kadar cinta pemimpin kepada rakyatnya, dimana kadar sayangnya kita antar sesama anak bangsa, membiarkan kondisi itu berlarut-larut dan menjadi pemandangan yang terjadi sehari-hari dihadapan kita.

Moral kita jauh lebih rendah dibandingkan Kipli si anak kecil dalam serial sinetron Kiamat Sudah Dekat yang ditayangkan disalah satu stasiun TV swasta yang banyak ditonton orang. Ia sangat benci kepada bapaknya karena keranjingan judi togel dan memukulnya kalau ia tidak menuruti apa kata bapaknya. Sampai akhirnya bapaknya gila karena nomor togelnya yang tembus tidak jadi dipasang karena dilarang oleh H.Romli. Setelah berobat ke RS Jiwa dan dinyatakan sembuh oleh dokter dan boleh pulang ke rumahnya, tapi si Kipli tidak mau menerimanya bahkan menemuinya. Si Kipli bukan benci kepada status bapaknya sebagai orang tua, namun benci kelakuannya yang keranjingan judi togel.

Apa jadinya bangsa ini dikemudian hari? Bukankah negeri ini adalah negeri yang beragama dan beradab. Hal ini menjadi PR yang harus diselesaikan bersama. Pemerintah, wakil rakyat, aparat kepolisian, para penegak hukum, para ulama, cendikiawan, pengusaha dan kita semua, seharusnya bersatu untuk menghapuskan segala perjudian diantaranya adalah judi togel dari bumi Indonesia tercinta, agar penyakit kejiwaan yang akut dan membahayakan ini yang menjadi salah satu faktor penyebab kerusakan moral dan aqidah rakyat yang akan mengundang amarah Allah swt. Pencipta alam semesta menurunkan azab-Nya di Indonesia. Sehingga kemiskinan tak mau lari menjauh dari kehidupan bangsa ini.

Iklan

Komentar»

1. rawi(rahmanwijaya) - Januari 5, 2009

kapan berubah pa?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Desember 2007
    S S R K J S M
    « Nov   Jan »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • Kategori

  • Arsip

  • Tulisan Teratas

  • Tulisan Terakhir

  • Komentar Terbaru

    muktihadid di Misteri Lembing si Kutu H…
    Ajeng di Misteri Lembing si Kutu H…
    Ketchupz Bowo di Kenapa Hari Ahad dirubah Menja…
    Justinus Henry di Misteri Lembing si Kutu H…
    Ahmad samarin Hasibu… di Misteri Lembing si Kutu H…
  • Blog Stats

  • Klik tertinggi

  • Meta

  • ALWAQTU KASYOIF

  • Pengunjung

    Locations of visitors to this page
  • %d blogger menyukai ini: