jump to navigation

Pelajaran Berharga dengan Mangkatnya Jendral Besar (Purn) HM. Soeharto Januari 31, 2008

Posted by muktihadid in Artikel.
trackback

Sebagai manusia biasa, HM. Soeharto tak lepas dari kelebihan dan kekurangannya, amal dan dosanya, penilaian terakhir kepadanya adalah perbuatan yang dilakukannya dipenghujung akhir hayatnya.

Sudah banyak sejarawan dari dalam dan luar negeri yang menulis biografinya. Ada yang menyanjungnya, mengkritiknya bahkan menghujatnya, itu adalah suatu hal yang biasa dalam penilaian manusia. Namun kita dapat mengambil pelajaran dari sisi positif dan negatifnya.

Pelajaran positifnya adalah Kemampuan yang luar biasa dalam mempertahankan masa kekuasaannya selama 32 tahun memimpin negeri ini. Kalau manusia biasa tak kanlah mampu untuk mempunyai kekuasaan selama itu, bahkan Raja Majapahit yang termashur Prabu Hayam Wuruk pun tak mampu menandingi beliau dalam berkuasa di Nusantara ini. Kemampuan merekrut bawahan agar tunduk dan patuh kepada perintahnya, mengkoordinasi bawahannya agar berkinerja baik, mampu memanfaatkan lawan atau musuh politiknya untuk menuju cita-citanya. Kita harus belajar darinya untuk itu. Sehingga bangsa Indonesia di masa kepemimpinannya menjadi bangsa yang disegani dan menjadi panutan negara-negara tetangganya dan mampu berswasembada beras dari yang tadinya sebagai pengimpor beras yang terbesar.

Ketegasan komandonya dalam setiap langkah sehingga mampu memberhasilkan program-programnya. Yang oleh sebagian orang dianggap sebagai otoriter dan diktator. Namun memang seharusnya demikianlah seorang Jendral bersikap tegas dan keras dalam mengambil keputusan dengan memperhitungkan akibat-akibat yang ditimbulkannya.

Mampu mempersatukan bangsa dalam tiga partai politik besar yang tadinya berserakan bermacam partai-partai politik. Ini dianggap sebagian orang mengungkung demokrasi membonsai partai-partai politik. Padahal AS saja sebagai embahnya demokrasi hanya dua partai politik yang boleh hidup di negerinya.

Legowo pada akhir kekuasaannya, kalau saja beliau mau untuk tetap mempertahankan kekuasaannya pada saat para mahasisiwa berdemo untuk memaksa beliau melepaskan jabatannya sebagai presiden yang ke-7 kalinya, beliau tinggal perintahkan TNI untuk menyapu habis para pendemonstran, namun itu tidak beliau lakukan karena mereka adalah para anak muda yang masih hijau dan masih panjang masa depannya dan mereka bukan musuh negara seperti PKI yang akan menghancurkan dan merongrong keutuhan bangsa dan negara.

Sabar dalam menghadapi hujatan dan fitnahan lawan politiknya di dalam negeri dan luar negeri serta orang-orang yang merasa menjadi korban dan dirugikan di masa kepemimpinannya.

Segi negatifnya adalah terlalu lama memimpin. Biasanya sesuatu yang terlalu berlebihan berkesudahan tidak baik nantinya. Merasa paling berkuasa, lemah pikir dan kontrol atas kinerja bawahannya sehingga tidak pas dan obyektif lagi dalam mengambil keputusan karena tergerus oleh usia tua, sehingga lebih mementingkan kroninya dan keluarganya.

Sosok Jend. Besar (Purn) HM. Soeharto sangatlah besar pelajaran yang dapat dipetik dari sepak terjangnya bagi pembelajaran bangsa ini, agar nantinya dapat melahirkan manusia-manusia yang berkualitas dam mumpuni yang dapat menghantarkan negeri ini kepada keadilan dan kemakmuran yang merata di segala bidang dan semua lapisan bangsa.

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Januari 2008
    S S R K J S M
    « Des   Feb »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • Kategori

  • Arsip

  • Tulisan Teratas

  • Tulisan Terakhir

  • Komentar Terbaru

    muktihadid di Misteri Lembing si Kutu H…
    Ajeng di Misteri Lembing si Kutu H…
    Ketchupz Bowo di Kenapa Hari Ahad dirubah Menja…
    Justinus Henry di Misteri Lembing si Kutu H…
    Ahmad samarin Hasibu… di Misteri Lembing si Kutu H…
  • Blog Stats

  • Klik tertinggi

  • Meta

  • ALWAQTU KASYOIF

  • Pengunjung

    Locations of visitors to this page
  • %d blogger menyukai ini: