jump to navigation

Makin Tinggi Pendidikan Makin Gampang Menganggur Februari 9, 2008

Posted by muktihadid in Artikel, sosial, Umum.
trackback

Fenomena ironis yang muncul di dunia pendidikan adalah semakin tinggi pendidikan seseorang, probabilitas atau kemungkinan dia menjadi penganggur pun semakin tinggi. Fenomena ini perlu mendapat perhatian serius dari dunia pendidikan dan industri.

Hal itu dikatakan pengamat pendidikan Darmaningtyas, Jum’at (8/2). Menurut dia, hal itu melahirkan paradoks: dunia usaha mengeluhkan sulit mendapat tenaga kerja, di sisi lain lulusan sekolah dan perguruan tinggi kesulitan mendapat pekerjaan.

“Terlebih ada kecenderungan, semakin tinggi tingkat pendidikan semakin besar keinginan mendapat pekerjaan yang aman. Mereka tak berani ambil pekerjaan berisiko seperti wiraswasta, trainer, atau penulis. Mereka pilih menganggur,” ujarnya.

Terbatasnya daya serap tenaga kerja sektor formal di satu pihak, dan di pihak lain terjadi percepatan pertambahan tenaga terdidik, juga menyebabkan posisi tawar sarjana di Indonesia amat rendah. Posisi para pencari kerja lulusan perguruan tinggi berada pada posisi dilematis; diterima dengan gaji rendah atau menolak pekerjaan dengan risiko menganggur. Mereka yang realistis memilih bekerja dengan gaji rendah daripada idealis namun menganggur selamanya.

Darmaningtyas, melakukan studi kasus pada iklan lowongan kerja di harian Kompas Minggu, 6 Januari 2008. Ada 405 lowongan pekerjaan, 4,19 persen mensyaratkan indeks prestasi minimum, lainnya menekankan pada kemampuan kerja individu dan tim, kemampuan berbahasa asing, terutama Inggris, kemampuan mengoperasikan program komputer, kemampuan berkomunikasi, dan pengalaman kerja.

“Itu justru tak diperoleh secara formal di bangku sekolah, sebaliknya didapat dari inisiatif dan kreativitas individu. Individu kreatif cenderung memiliki tingkat keberhasilan tinggi,” ujarnya.

Lembaga pendidikan cenderung mengajarkan hafalan, kurang melihat konteks. Hal-hal seperti membangun jaringan, kreativitas, dan komunikasi kurang didapat dari sekolah.

Pengamat pendidikan Prof Winarno Surachmad menambahkan, jurang antara lulusan perguruan tinggi dan dunia kerja adalah isu lama. Dia melihat hal itu lebih disebabkan tek adanya link and match dunia pendidikan dan usaha. Pemberi pekerjaan (industri) pun tak terlalu hirau pada peningkatan sumber daya manusia bangsa secara umum. (INE)

Tulisan di atas adalah kutipan pada Kompas Sabtu, 9 Februari 2008.

Lalu bagaimana solusinya agar selepas lulus sekolah dan perguruan tinggi tidak menganggur.

  1. Para lulusan harus kreatif mengembangkan diri pada saat masih di bangku sekolah atau kuliah dengan mengikuti kegiatan ekstra kulikuler yang diadakan di sekolah atau kampus. Gunanya adalah untuk mengasah bakat dan kemampuan diri dan memperluas pergaulan yang positif.
  2. Mengikuti kursus-kursus yang menghasilkan keterampilan khusus, seperti kursus bahasa asing (Inggris, Arab, Cina, Jepang dll), kursus komputer, kursus setir mobil dll. Gunanya untuk menambah keterampilan diri.
  3. Tumbuhkan jiwa entrepreneur selama di bangku sekolah atau kampus, dengan berusaha mendapatkan penghasilan tambahan yang halal tanpa menggangu kegiatan belajar di sekolah atau kampus. Gunanya agar terbiasa mencari uang yang halal dari yang kecil-kecil sehingga menjadi pengalaman yang berharga untuk membentuk jaringan usaha atau koneksi selepas dari bangku sekolah atau kampus.
  4. Tak lupa berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan patuh kepada orang tua dan membangun persahabatan yang luas. Gunanya agar ilmu yang diperoleh di bangku sekolah atau kampus menjadi ilmu yang bermanfaat untuk menggapai cita-cita yang idamkan.
  5. …..

Lalu bagaimana yang selepas lulus sekolah dan di Wisuda masih menggangur? Introspeksilah diri kenapa saya menganggur?

Iklan

Komentar»

1. Arsyad Salam - Februari 9, 2008

Soal menganggur dan tidak sebenarnya tergantung manusianya. Merasa menganggur adalah perasaan tidak punya pekerjaan padahal pekerjaan banyak dan sebaliiknya juga demikian. Biasanya kita selalu memilih-milih pekerjaan. Apalagi kalo sekolah sudah tinggi.. waaahh
Salam

2. ranywaisya - Februari 10, 2008

Lowongan Pekerjaan itu sebenarnya banyak jika kita ingin mencari atau membuatnya sendiri. Tapi kebanyakan sekarang orang lebih menginginkan pekerjaan yg harus sesuai dg kemauannya, contohnya pns. Kalo semua orang pada ingin jd pns., pastilah byk yg jd pengangguran, soalnya kapasitasnyakan terbatas.

3. pratanti - Februari 10, 2008

saya setuju dengan poin-poin di akhir postingan ini, tapi kok rasanya kurang nyambung dengan judul postingnya ya?
Hal tsb tidak hanya berlaku untuk mereka yang mengenyam pendidikan tinggi saja kan? 😀

4. wiwi anita fitri - Februari 14, 2008

saya setuju dengan poin-poin di atas, tapi saya masih bingung bagaiman cara masih bingung mau usaha apa, apalagi saya kuliah dinegeri orang. tapi saya akan coba cari penghasilan sambil kuliah.

5. wiwi anita fitri - Februari 14, 2008

maaf saya mau merevisi message saya
saya setuju dengan poin-poin di atas, tapi saya masih bingung mau melakukan usaha apa, seharusnya mutu pendidikan dibangku kuliah ditingkatkan lagi, agar mahasiswa mempunyai skill dan kompetensi.
@ wiwi anisa fitri.
Ass, Memang begitulah kondisi pendidikan di negeri kita saat ini, antara negara, lembaga pendidikan (sekolah, perguruan tinggi) dan dunia industri,kurang terintegarsi dan mempunyai visi dan misi yang sama dalam membangun SDM Indonesia , sehingga akibatnya adalah sudah sama-sama kita dengar, lihat dan rasakan. Seharusnya visi dan misi pendidikan di negeri ini harus dikembalikan kepada cita -cita dasar dan awal berdirinya negeri ini. Selain untuk mencerdaskan kehidupan bangsa seharusnya mampu membuat rakyatnya mandiri dan mampu berinofasi bagi kemajuan dirinya dan masyarakatnya. Sehingga tidak ada lagi pengangguran, walaupun pengangguran di semua negara pasti ada walaupun di negara maju sekalipun, namun kuantitasnya sedikit bahkan ada juga negara yang mampu menggaji para pengangur di negerinya karena surplus pendapatan negaranya.
Bagi yang kuliah di negeri orang, bisa mencari tambahan penghasilan dengan skill yang sudah dimiliki atau meminta bantuan komunitas para mahasisiwa Indonesia yang sama-sama kuliah di negeri itu yang penting halal dan jangan malu, karena itu semua adalah bentuk pembelajaran hidup mandiri yang nantinya akan dirasakan manfaatnya kini dan dikemudian hari.

6. WIWI ANITA FITRI - April 16, 2010

koq ada nama yang hampir sama ya…
kenalan dong………


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Februari 2008
    S S R K J S M
    « Jan   Mar »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    2526272829  
  • Kategori

  • Arsip

  • Tulisan Teratas

  • Tulisan Terakhir

  • Komentar Terbaru

    muktihadid di Misteri Lembing si Kutu H…
    Ajeng di Misteri Lembing si Kutu H…
    Ketchupz Bowo di Kenapa Hari Ahad dirubah Menja…
    Justinus Henry di Misteri Lembing si Kutu H…
    Ahmad samarin Hasibu… di Misteri Lembing si Kutu H…
  • Blog Stats

  • Klik tertinggi

  • Meta

  • ALWAQTU KASYOIF

  • Pengunjung

    Locations of visitors to this page
  • %d blogger menyukai ini: