jump to navigation

Ciliwungku Sayang dan Malang Februari 10, 2009

Posted by muktihadid in Artikel, banjir.
trackback

Sungai Ciliwung adalah sungai yang sangat melegenda yang berawal dari tataran Kerajaan Pajajaran pada masa Pemerintahan Prabu Siliwangi. Dan sampai kinipun namanya tetap menggaung mana kala musim hujan tiba. Dulu awalnya Sungai Ciliwung sangat membawa berkah bagi masyarakat dan Kerajaan Pajajaran di kala itu. Sehingga konon nama Ciliwung berasal dari nama Prabu Hiliwung orang tua dari Prabu Siliwangi. Oleh karena itu Sungai Ciliwung benar-benar menjadi tumpuan bagi kehidupan masyarakat Pajajaran di kala itu.

Namun dengan berjalannya waktu  Sungai Ciliwung kini nasibnya sungguh merana.  Ia tidak lagi menjadi aliran sungai yang didambakan keberkahannya, namun menjadi momok dan teror yang menakutkan bagi warga propinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Ciliwung. Setiap tahun airnya yang sudah keruh dan beracun masuk pintu warga tanpa diundang, merusak dan menghancurkan harta dan jiwa tanpa ampun. Rumah-rumah, perabotan alat-alat rumah tangga, surat-surat berharga, pakaian, sepatu bahkan nyawa sudah terbilang lagi dan terus akan meminta korban yang tak tahu kapan bencana banjir itu akan sirna dari kehidupan masyarakat yang hidup di sekitar bantaran Sungai Ciliwung akan berakhir.

Sekiranya mendiang Prabu Siliwangi masih hidup pasti beliau akan murka, Sungai Ciliwung yang dulu kala menjadi berkah bagi kehidupan Kerajaannya dengan menjaga kelestarian dan kebersihan ekosistem Sungai Ciliwung. Namun kini Sungai Ciliwung telah berubah menjadi monster yang menakutkan yang siap menerkam dan menenggelamkan harta dan jiwa manusia-manusia yang berada di sekitarnya.

Tak adakah seorang Pemimpin pun di negeri ini yang mampu MEREDAM AMARAH sang Sungai Ciliwung agar bersahabat kembali dan memberikan keberkahan airnya bagi kehidupan masyarakat sekitarnya? Hanya sang waktu yang bisa menjawabnya……………………..

Iklan

Komentar»

1. Joddie - Februari 10, 2009

mungkin, udah saatnya kita belajar ‘menghormati’ alam.. seperti halnya alam yang selalu menghormati kita..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Februari 2009
    S S R K J S M
    « Jul   Agu »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    232425262728  
  • Kategori

  • Arsip

  • Tulisan Teratas

  • Tulisan Terakhir

  • Komentar Terbaru

    muktihadid di Misteri Lembing si Kutu H…
    Ajeng di Misteri Lembing si Kutu H…
    Ketchupz Bowo di Kenapa Hari Ahad dirubah Menja…
    Justinus Henry di Misteri Lembing si Kutu H…
    Ahmad samarin Hasibu… di Misteri Lembing si Kutu H…
  • Blog Stats

  • Klik tertinggi

  • Meta

  • ALWAQTU KASYOIF

  • Pengunjung

    Locations of visitors to this page
  • %d blogger menyukai ini: