jump to navigation

Deklarasi Kemerdekaan Ciliwung Agustus 17, 2009

Posted by muktihadid in Artikel, lingkungan.
trackback

Ciliwung adalah nama sungai yang melegenda di tataran tanah sunda dan Batavia. Keberadaannya sejak zaman Kerajaan Pajajaran dimasa Prabu Siliwangi bertahta.  Dimasa itu sungai Ciliwung sangat besar manfaatnya bagi kerajaan Pajajaran karena sangat menunjang sekali bagi irigasi pertanian rakyatnya. Sehingga keasrian dan kebersihannya sangat terjaga sekali. Oleh karenanya sungai Ciliwungpun memberikan dermanya bagi rakyat yang tinggal di pinggiran bantaran sungai Ciliwung khususnya dan rakyat Pajajaran umumnya. Kondisi ini terus terjaga sampai datangnya koloni Belanda ke Nusantara. Dimana Belanda yang berpusat di Batavia sangat memperhatikan dan menjaga selalu keasrian dan kebersihan sungai Ciliwung. Karena mereka paham bahwa sungai Ciliwung adalah nadi bagi perekonomian masyarakat yang ada di sekitar bantaran sungai Ciliwung yang membelah daerah Priangan dan Batavia. Sehingga sungai Ciliwung di kala itu tidak saja bermanfaat bagi irigasi pertanian di sekitar daerah bantarannya namun juga sebagai wisata alam yang sangat menyejukkan dan menentramkan para pelancong dari manca negara.

Kondisi tersebut di atas sangat kontras sekali dengan kondisi sungi Ciliwung masa kini. Berbalik 180 derajat berubahnya. Sungai Ciliwung yang dulu merupakan ikon yang sangat membanggakan bagi Kerajaan Pajajaran dan Pemerintahan Kolonial Belanda yang sangat membantu bagi menunjang kesejahteraan dan keasrian masyarakat dan wilayahnya. Namun kini di era “KEMERDEKAAN” sungai Ciliwung hanya menjadi momok monster yang menakutkan pada setiap musim hujan. Bencana banjir besar membayang di setiap angan dan pikiran warga yang tinggal di bantaran sungai Ciliwung yang dilaluinya. Ribuan dan Milyaran nyawa manusia dan harta benda melayang sia-sia juga kehilangan memori immaterial berupa dokumen-dokumen photo album, surat nikah, ijazah, raport, buku-buku, hanyut bersama “AMUKAN” sungai Ciliwung yang “MURKA” karena eksistensinya di rusak, di abaikan, di acuhkan secara membabi buta oleh manusia-manusia kerdil, primitif dan sangat tidak bertanggungjawab di era “KEMERDEKAAN”. Seandainya saja sungai Ciliwung bisa ngomong! “Kembalikan aku pada masa Kerajaan Pajajaran mendiang Prabu Siliwangi bertahta dan Kolonial Belanda berkuasa!!! Karena merekalah yang paham dan menghormati serta menghargai eksistensiku dan menjaga kelestarianku! Demikianlah “DEKLARASI KEMERDEKAAN CILIWUNG”.

Jika saja di era “KEMERDEKAAN” masih ada manusia-manusia yang memahami,menghormati, menghargai eksistensiku dan menjaga kelestarianku, TIDAKLAH KINI AKU DI CERCA DAN DI KUTUK SEBAGAI SUMBER BENCANA BANJIR…..isak tangis sungai Ciliwung dalam keputus asaannya…..Namun Ciliwung tak pernah putus harapan kepada Tuhan-Nya Yang Maha Agung dan Melindungi, semoga saja masih ada manusia-manusia yang tergerak hatinya memuliakan aku, tapi siapakah gerangan orangnya…..?

( 5-Up-3-No, diantara yang tergerak hatinya memuliakanmu).

Iklan

Komentar»

1. Agus Suhanto - Oktober 3, 2009

Saya berkunjung ke blog Anda ini untuk yg pertama kali
saya Agus Suhanto, salam kenal 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Agustus 2009
    S S R K J S M
    « Feb   Okt »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • Kategori

  • Arsip

  • Tulisan Teratas

  • Tulisan Terakhir

  • Komentar Terbaru

    muktihadid di Misteri Lembing si Kutu H…
    Ajeng di Misteri Lembing si Kutu H…
    Ketchupz Bowo di Kenapa Hari Ahad dirubah Menja…
    Justinus Henry di Misteri Lembing si Kutu H…
    Ahmad samarin Hasibu… di Misteri Lembing si Kutu H…
  • Blog Stats

  • Klik tertinggi

  • Meta

  • ALWAQTU KASYOIF

  • Pengunjung

    Locations of visitors to this page
  • %d blogger menyukai ini: