jump to navigation

Bijak Memilih Air Minum November 15, 2009

Posted by muktihadid in Artikel, kesehatan.
trackback

Air sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia, karena penting untuk proses metabolisme tubuhnya yang mendukung produktivitas sehari-hari. Begitu besarnya manfaatnya air untuk tubuh, sehingga ia pun juga dibutuhkan dalam gizi seimbang.
Air adalah komponen utama dari tubuh manusia, dan diketahui bahwa 60 persen dari berat tubuh adalah air. Seluruh sistem dari ogan tubuh manusia sangat tergantung pada air. Beragam fungsinya seperti, untuk proses detoksifikasi menghilangkan racun dari tubuh, pengantar makanan dalam bentuk zat gizi ke seluruh sel tubuh, serta menjaga kelembapan untuk jaringan tubuh. Jika tubuh kurang air, otomatis kita pun akan mudah mengalami dehidrasi, akibatnya tubuh dengan organnya tidak dapat berfungsi maksimal.
Gejala dehidrasi
Banyak orang yang mengabaikan rasa haus dan bibir kering, padahal itulah pertanda awalnya dehidrasi. Dengan begitu banyaknya fungsi air dalam tubuh, tidak pelak setiap orang juga akan mudah kehilangan air melalui pernafasan, urine, keringat, dan semua aktivitas tubuh. Untuk itu agar tubuh dapat berfungsi normal, tentunya air yang hilang harus segera diganti dengan minum air, dan mengonsumsi makanan yang mengandung air. Maka, sebaiknya kita perlu memerhatikan gejala dehidrasi yang ada.
Berdasarkan fungsi tersebut, maka air dibutuhkan untuk menggantikan yang keluar dari tubuh dan juga yang dibutuhkan untuk seluruh aktivitas organ di dalam tubuh. Menurut beberapa studi dikatakan bahwa air yang keluar dari tubuh orang dewasa (urine, keringat, pernafasan) adalah 1,5-2 liter, dan jumlah yang dibutuhkan untuk organ tubuh (bervariasi untuk setiap orang) adalah 0,5- 1 liter. Dengan demikian, direkomendasikan setiap orang perlu minum sekurang-kurangnya 2-3 liter air atau kurang lebih 9-13 gelas dalam sehari, yang bervariasi berdasarkan jenis kelamin.
Setiap orang direkomendasikan untuk tidak mengabaikan rasa haus. Indikator yang baik untuk mengetahui bahwa kita sudah minum cukup adalah bila tidak pernah merasa haus, dan jika warna urine tidak berwarna dan kuning muda.
Kebutuhan air bisa menjadi tidak cukup jika seseorang banyak melakukan aktivitas fisik, misalnya olahraga, pengaruh cuaca, misalnya panas sehingga banyak berkeringat, maupun tinggal di daerah pegunungan di mana pada umumnya terjadi peningkatan urinisasi dan pernafasan lebih cepat. Hal lain yang dapat meningkatkan tubuh membutuhkan air lebih banyak adalah jika seseorang tidak sehat, misalnya diare, demam. Selain itu kebutuhan air lebih banyak juga adalah untuk wanita hamil atau wanita menyusui.
Untuk kondisi khusus seperti disebut diatas, maka dibutuhkan tambahan air satu hingga empat gelas dari takaran normal, yang bervariasi tergantung kondisi tubuh dan aktivitas fisik setiap orang.
Apakah yang terjadi jika kebutuhan air sehari-hari tidak terpenuhi? Kita akan mudah mengalami dehidrasi. Diawali dengna rasa haus, mulut kering, merasa letih dan lelah, bisa sakit kepala, urinisasi kurang atau tidak sama sekali. Dehidrasi bisa diklasifikasikan mulai dari ringan, sedang, dan berat. Untuk tingkat ringan dan sedang, belumberdampak negatif selama cairan yang hilang segera dipenuhi. Akan tetapi jika dehidrasi terjadi sampai akhirnya tidak ada urinisasi dan akhirnya akan menyebabkan ginjal tidak bisa berfungsi. Akibatnya tubuh tidak bisa mengeluarkan racun, dan pada kasus yang ekstrim, hal ini dapat menyebabkan kematian.
Ringan beratnya dehidrasi pada setiap orang juga berbeda, tergantung usia serta faktor lainnya. Pada usia lanjut, apalagi yang menderita hipertensi, dan rutin menggunakan obat-obatan bersifat diuretic, akan berdampak fatal jika mereka tidak memperhatikan asupan cairan yang cukup.
Pada bayi dan anak-anak, kejadian dehidrasi karena diare atau sakit lainnya juga akan mengancam kehidupan jika tidak memperhatikan asupan cairan. Dengan demikian, jangan mengabaikan rasa haus, sebenarnya rasa haus sudah merupakan indikasi dehidrasi sudah terjadi.
Air layak minum
Air tidak berwarna yang kerap dijuluki air putih merupakan cairan yang disarankan dan merupakan pilihan alami, bebas kalori, tidak mahal, dan mudah tersedia. Pilihan untuk minum air putih akan membawa efek positif untuk kesehatan. Akan tetapi, perlu dipahami bahwa pada dasarnya tidak ada air yang benar-benar bebas dari kontaminasi. Dari sumber air, pegunungan, sungai, danau, walaupun kemudian disaring, akan tetap mengandung sesuatu, seperti bakteri atau lainnya yang dapat berdampak negatif. Terkadang, pilihan air mineral yang rasanya “enak” perlu dicermati kandungan mineralnya yang mungkin masuk dalam level yang tidak aman, sehingga kemungkinan terkontaminasi dengan bahan kimia.
Ketika minum air kemasan, mungkin perlu juga dipahami dari mana, serta bagaimana air kemasan tersebut di proses. Apalagi ketika, sumber air yang akan diproses menjadi air kemasan berasal dari wilayah di mana lingkungan tidak mendukung.
Pada saat ini, ada kecenderungan masyarakat minum air kemasan, terutama di perkotaan, karena merasa yakin bahwa air kemasan tersebut aman. Ada standar yang harus diikuti oleh pembuat air kemasan, dan pada umumnya pembuat air kemasan juga harus melakukan pemantauan dan juga tes sesering mungkin sebelum digunakan oleh masyarakat luas. Pada intinya tes yang harus dilakukan adalah berkaitan dengan bagaimana seharusnya air kemasan diproses dan aman dari berbagai kemungkinan kontaminasi.
Maka. sepatutnya kita memilih dengan bijak air yang akan diminum, dan yakin bahwa air tersebut bersih dan benar-benar terbebas dari segala kemungkinan kontaminasi. Tidak lupa minumlah air secara rutin paling tidak 2 liter per hari, agar mencegah terjadinya dehidrasi dan menunjang metabolisme Anda.[*/AJG]
Menaksir Kecukupan Minum
Lihat warna urine Anda:
– kuning pucat tidak berbau, seperti warna jus lemon: hidrasi baik (cukup minum)
– oranye-kuning, dengan bau, seperti warna jus apel: Anda perlu minum lebih banyak.
Cermat Mengamati Gejala Dehidrasi
Dehidrasi Ringan
– Haus
– Sakit kepala
– Lelah
– Kulit kering
– Bibir dan mulut kering
Dehidrasi Sedang
– Denyut nadi meningkat
– Kepala pusing
– Lelah
– Urin sedikit dan berwarna kuning coklat [AJG]
Sumber: Prof. Dr. Hardiansyah, MS, Jurusan Ilmu Gizi-Departemen Gizi Masyarakat, Fak. Ekologi Manusia-IPB

Kompas, Kamis, 12 November 2009

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • November 2009
    S S R K J S M
    « Okt   Jan »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    30  
  • Kategori

  • Arsip

  • Tulisan Teratas

  • Tulisan Terakhir

  • Komentar Terbaru

    muktihadid di Misteri Lembing si Kutu H…
    Ajeng di Misteri Lembing si Kutu H…
    Ketchupz Bowo di Kenapa Hari Ahad dirubah Menja…
    Justinus Henry di Misteri Lembing si Kutu H…
    Ahmad samarin Hasibu… di Misteri Lembing si Kutu H…
  • Blog Stats

  • Klik tertinggi

  • Meta

  • ALWAQTU KASYOIF

  • Pengunjung

    Locations of visitors to this page
  • %d blogger menyukai ini: