jump to navigation

Mengapa Harga Bahan Pokok Selalu Naik Menjelang dan Selama Bulan Puasa dan Lebaran Juli 21, 2011

Posted by muktihadid in Artikel.
Tags: , , ,
trackback

Mengapa harga kebutuhan pokok selalu naik menjelang dan selama bulan puasa Ramadhan dan Lebaran?

Klaim pemerintah bahwa stok bahan pokok selama bulan puasa dan Lebaran cukup patut dipertanyakan, seharusnya lonjakan harga harga bahan pokok tidak perlu terjadi meski ada kenaikan permintaan. Apa lagi harga naik merata di sejumlah daerah di Tanah Air (Sri Adiningsih dari UGM, Yogyakarta, Rabu (20/7).

Menurut Adiningsih, kenaikan harga, antara lain, karena gangguan distribusi akibat kendala infrastruktur. Gangguan tersebut mendongkrak ongkos produksi. Fenomena lonjakan harga menjelang hari raya hanya terjadi di Indonesia. Anehnya, dari tahun ke tahun tak ada solusi. Pemerintah hanya andalkan operasi pasar, yang tidak efektif menekan harga.

Namun sangat miris sekali ungkapan Menteri perdagangan Mari Elka Pangestu, pemerintah menjamin ketercukupan stok bahan pokok. Menurut dia, kenaikan harga hanya bersifat musiman sehingga tidak perlu dianggap sebagai gejolak serius.

Tapi dengarlah penuturan masyarakat kecil, “mau puasa kok susah ya, apa-apa pada naik harganya. Beras sekarang mahal, apalagi telur ayam. Kapan, ya, harganya bisa turun,” cerita seorang ibu kepada kawannya, di KA ekonomi rute Serpong (Tangerang Selatan, Banten)-Tanah Abang (Jakarta), Rabu (20/7). Keluh kesah semacam ini bukan saja diresahkan oleh ibu tersebut, namun hampir semua masyarakat golongan bawah dan menengah akan bertutur seperti itu juga. Obrolan ibu-ibu itu barangkali jarang terdengar di kalangan orang berpunya. Bagi mereka yang berpunya, kenaikan harga kebutuhan pokok bukanlah persoalan besar. Bagi masyarakat kecil, kenaikan harga beras Rp 500 per kilogram saja sudah sangat merepotkan.

Anehnya lagi pola kenaikan harga ini berulang tiap tahun, apakah pemerintah tidak bisa mengantisipasinya? Strategi pemerintah tiap tahun selalu sama, yakni operasi pasar.

Kalau terus berulang dan tidak ada solusi, berarti pemerintah telah kalah dengan pasar. Seharusnya pemerintah memahami kenaikan harga kebutuhan pokok lebih banyak disebabkan buruknya tata niaga, mata rantai perdagangan yang panjang, dan buruknya infrastruktur distribusi.

Kenaikan harga juga dipengaruhi aksi spekulasi para pedagang yang memiliki modal besar. Mereka menimbun stok dan melepasnya perlahan-lahan. Para pedagang bermodal besar memanfaatkan ketidaksempurnaan pasar. Dengan market share yang besar, mereka dapat leluasa mengatur pasar. Tata niaga yang tidak sehat itu pula yang menjelaskan mengapa kenaikan harga pangan tidak dinikmati petani sebagai produsen

Jangan lupa pula, melambungnya harga harga bahan pokok juga akibat buruknya infrastruktur. Saluran distribusi terganggu karena banyak rusak sehingga biaya produksi naik. Siapa yang harus menanggung kenaikan biaya itu? Tentunya konsumen, yang posisi tawarnya lemah. Soal infrastruktur, pemerintah sebenarnya sudah sadar betul. Namun, sampai saat ini,langkah kongkretnya masih dipertanyakan.

Saat inilah seharusnya para pedagang dan pengusaha yang masih mempunyai hati nurani untuk memanen pahala kebajikan di bulan yang penuh ampunan dan rahmat disamping juga memanen laba finansial dari usahanya untuk dapat menciptakan harga bahan kebutuhan pokok yang murah dan terjangkau bagi masyarakat kecil agar mereka dapat khusu’ melaksanakan ibadah puasanya selama di bulan Ramadhan. Tanpa harus menunggu tindakan kongkret pemerintah yang entah sampai kapan !

Disarikan dari : KOMPAS, Kamis, 21/07/2011

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Juli 2011
    S S R K J S M
    « Jun   Agu »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • Kategori

  • Arsip

  • Tulisan Teratas

  • Tulisan Terakhir

  • Komentar Terbaru

    muktihadid di Misteri Lembing si Kutu H…
    Ajeng di Misteri Lembing si Kutu H…
    Ketchupz Bowo di Kenapa Hari Ahad dirubah Menja…
    Justinus Henry di Misteri Lembing si Kutu H…
    Ahmad samarin Hasibu… di Misteri Lembing si Kutu H…
  • Blog Stats

  • Klik tertinggi

  • Meta

  • ALWAQTU KASYOIF

  • Pengunjung

    Locations of visitors to this page
  • %d blogger menyukai ini: